Sejarah Pendirian

Dari Tanah Wakaf Menjadi Pesantren Pelopor

Berdirinya Asshiddiqiyah 3 Karawang tidak terlepas dari sosok KH. Dr. Noer Muhammad Iskandar, SQ, penggagas dan pendiri pesantren. Perjalanannya dimulai dari sebidang tanah wakaf dan pengajian sederhana.

  • 1991

    Wakaf dan Awal Pesantren

    H. Sidik mewakafkan tanah sekitar 3 hektare dan satu rumah kepada KH. Noer Iskandar, atas inisiasi cucunya, H. Sayuti. Kegiatan awal berupa pengajian kitab dan pengajian umum dengan sekitar 50 santri, sebagian dikirim dari Asshiddiqiyah pusat Jakarta, dan baru satu kelas MTs.

  • 1990-an

    Dikenal Lewat Dakwah Keliling

    Pesantren memperkenalkan diri melalui dakwah keliling dan tabligh akbar bersama ulama populer, serta Muhadhoroh Akbar, yaitu latihan pidato santri di atas panggung dengan bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris.

  • 2001 – 2002

    Era Kepemimpinan Gus Hasan

    KH. Noer Iskandar memanggil pulang KH. Hasan Nuri Hidayatullah dari Madinah untuk memimpin pesantren. Sejak itu pesantren berkembang pelan namun pasti. Kala itu telah ada tiga lembaga formal: MI, MTs, dan SMK.

  • 2004

    Madrasah Aliyah Berdiri

    Dibuka untuk menampung lulusan MTs yang kian banyak sekaligus menjawab harapan masyarakat sekitar.

  • 2012

    Sekolah Tinggi Agama Islam

    STAI Asshiddiqiyah Karawang memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama, melengkapi jenjang pendidikan dari usia dini hingga perguruan tinggi.

  • 2014

    SMP Maarif Asshiddiqiyah

    Hadir untuk memberi pilihan layanan pendidikan yang lebih beragam bagi masyarakat.

  • Kini

    Berkembang ke Cabang

    Perjuangan berlanjut lewat Asshiddiqiyah 4 di Pasirukem, Cilamaya Kulon, Karawang, dan Asshiddiqiyah 5 Dar As-Shofa Wal Wafa di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Tanya via WhatsApp
Scroll to Top